Juni 6, 2026
IMG-20241220-WA0000-e1734653662249
Sumenep, cakrawalatvnews57.com : Humas Polres Sumenep baru-baru ini mengeluarkan klarifikasi terkait viralnya vidio oknum polisi Polsek Sumenep Kota yang menantang carok ke warga, Kamis (19/12/2024).

Akan tetapi, klarifikasinya itu melenceng dari fakta yang sebenarnya.

Hal itu disampaikan oleh Dua Ketua Aparat Penegak Hukum (APH) Lidik Hukum dan Ham, Ahmad Efendi S.H bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Wiraraja Sumenep Moh Sy Maulana, S.H.

Dalam Klarifikasinya itu Plt Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti menyampaikan, bahwa saudara F (warga) saat mengurus surat kehilangan STNK disuruh menunggu oleh anggota Polsek kota AF.

Sebab, harus diperiksa satreskrim. Namun Saudara F itu merasa tersinggung karena yang baru datang dilayani terlebih dahulu.

“Akhirnya muncul kata-kata saudara F dengan kata “Sampean Gak tau saya, saya ini LBH wiraraja,” katanya didalam vidio klarifikasi Polres Sumenep.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Lidik Hukum dan Ham Sumenep Ahmad Efendi S.H meminta CCTV di polsek kota, untuk di reka ulang. Itu agar semuanya tidak timbul fitnah. “Termasuk juga agar informasinya tidak simpang siur,” katanya.

Ahmad Efendi juga menyampaikan, dalam vidio klarifikasi tersebut juga disampaikan kalau damai antara kedua belah pihak.

Hal itu jelas tidak benar, karena yang bersangkutan oknum polisi inisial AF itu  tidak menghadiri acara pertemuan.

“Disini pernyataan tidak ada yang namanya damai, kalau damai seharusnya dipertemukan antara Insial F dengan inisial AF oknum Polisi arogan itu,” ucapnya.

Berdasarkan kabar yang diterimanya, AF tersbeut memang dikenal sebagai sosok polisi yang arogan. Bahkan berulang kali membuat kerusuhan.

“Kabarnya AF ini diduga memang sering membuat kerusuhan dikantornya, serta atasannya pun diajak Carok,” imbuh Ahmad Efendi.

Peristiwa viralnya oknum polisi yang menantang carok warga itu terjadi pada Rabu (18/12/24) sekitar pukul 14.00 di Polres Kota Sumenep. Kemudian, vidionya viral di sejumlah media sosial.

Sementara itu, F saat didampingi ketua LBH Wiraraja Moh Sy Maulana mengaku sejak awal tidak ada penjelasan dengan detail dari anggota Polsek Kota berkenaan dengan dokumen yang diuruskan. Utamanya proses apa yang harus ditunggu cukup lama. Melainkan mereka langsung berkata kasar saat ditanya baik-baik olehnya.

“Mereka tidak menjelaskan, kenapa harus menunggu lama. Malah mereka bicara kasar, tidak mencerminkan pelayanan yang ramah di Polsek kota Sumenep,” katanya.

ketua LBH Wiraraja Moh Sy Maulana, menyayangkan dengan pernyataan vidio yang dibuat Polres Sumenep, bahwa faktanya  F tidak mengatakan “kamu tidak tau saya” terangnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *