Agustus 5, 2026
IMG_7680

MALANG – Program kerja posyandu sehat pada Rabu (15/7/2026) di RW 08, Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa selama pelaksanaan MMD Universitas Brawijaya Kelompok 21 yang berlangsung pada 6 Juli hingga 6 Agustus 2026, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yaitu Good Health and Well-being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Program posyandu sehat hadir sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader posyandu serta menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keamanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga. Berdasarkan hasil diskusi bersama kader Posyandu, mahasiswa kelompok 21 MMD UB menemukan bahwa kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) telah berjalan secara rutin. Namun masih diperlukan penguatan pengetahuan mengenai keamanan pangan dalam proses pengolahan PMT serta pemanfaatan bahan pangan bergizi yang mudah diperoleh masyarakat. Berangkat dari informasi yang telah didapatkan, kelompok 21 menghadirkan dua subprogram, yaitu SAFEGIZI (Sadar Keamanan Pangan untuk Makan Bergizi) dan SIGAP (Sosialisasi Gizi dan Aksi Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Protein Ikan). Kedua subprogram dirancang untuk memperkuat kualitas pelayanan Posyandu melalui edukasi yang aplikatif dan mudah diterapkan oleh kader.

Subprogram SAFEGIZI dikoordinasikan oleh Arthur Adriansyah dari Fakultas Vokasi dengan mengusung edukasi mengenai keamanan pangan dalam pelaksanaan pemberian makanan tambahan. Pada kegiatan ini kader posyandu diperkenalkan pada prinsip dasar Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) yang telah disederhanakan agar diterapkan dalam skala rumah tangga. Materi yang diberikan meliputi pencegahan kontaminasi biologis, kimia, dan fisik, pentingnya menjaga kebersihan peralatan, pengelolaan suhu penyimpanan makanan, hingga praktik higienitas selama proses pengolahan PMT. Menindaklanjuti hasil kegiatan sebelumnya, tim juga menyerahkan poster keamanan pangan kepada pengelola posyandu sebagai media edukasi yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pelayanan berikutnya.

Sementara subprogram SIGAP dikoordinasikan oleh Mutiara Subudiyah dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautam dengan fokus pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani berkualitas. Selain memberikan edukasi mengenai kandungan gizi dan manfaat ikan bagi balita, ibu hamil, dan lansia, kegiatan ini juga diisi dengan praktik pembuatan Pemberian Makanan Tambahan berbahan dasar ikan. Peserta yang hadir turut memperoleh pengetahuan mengenai cara memilih ikan yang segar, teknik pengolahan yang tepat, serta penyimpanan yang sesuai agar kualitas gizi dan keamanan pangan tetap terjaga.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi karema melalui pendekatan yang interaktif, mahasiswa tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memberikan pendampingan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan posyandu sehari-hari. “Melalui posyandu sehat, kami ingin memberikan pendampingan yang bisa langsung diterapkan oleh kader Posyandu dan juga masyarakat yang hadir,” ujar Arthur. Melalui program Posyandu Sehat Kelompok 21 MMD Universitas Brawijaya berharap pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh kader Posyandu dan masyarakat yang hadir dalam setiap kegiatan pelayanan kesehatan di Kelurahan Candirenggo. Dengan adanya program edukasi keamanan pangan dan pemenuhan gizi berbasis protein ikan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan posyandu sekaligus mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, bergizi, dan sejahtera.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *