Juli 26, 2026
IMG-20260623-WA0003

~ Kepala BNNK Sidoarjo mengapresiasi sambutan serta penyampaian materi dari pihak YPP Al Kholiqi, sekaligus menilai para finalis sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

 

Sidoarjo, cakrawalatvnews57.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto, S.H, mengajak para finalis Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2026 untuk belajar langsung mengenai proses rehabilitasi di Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba, Selasa (23/06/2026) di Kantor Pusat Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo.

Selain itu Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembekalan finalis sekaligus memberikan pemahaman mengenai upaya penanganan penyalahgunaan narkotika melalui proses rehabilitasi.

Dalam sambutannya, Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto menyampaikan bahwa para finalis yang terpilih telah melalui proses seleksi yang ketat, dari 105 peserta hingga tersisa 20 finalis.

“Ketika kalian terpilih ada beban tanggung jawab. Kalian harus menjadi contoh yang baik dan mampu memengaruhi teman-teman kalian. Jangan hanya mengikuti kegiatan ini, tetapi harus menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Ia menegaskan, para finalis Duta Anti Narkoba diharapkan tidak hanya berperan dalam kegiatan sosialisasi, tetapi juga memahami peran dalam pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing.

“Kalian harus bisa memengaruhi orang-orang di sekitar kalian, baik teman sebaya maupun lingkungan masyarakat. Ketika nanti menyandang predikat Duta Anti Narkoba, kalian harus mengambil peran dalam pencegahan, pemberantasan maupun rehabilitasi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para finalis juga mendapatkan penjelasan langsung mengenai proses rehabilitasi yang dijalankan di YPP Al Kholiqi, mulai dari pembinaan hingga proses pemulihan penyalahguna narkoba agar dapat kembali diterima di tengah masyarakat.

“Saya melihat para finalis sangat antusias mengikuti penjelasan yang diberikan. Mudah-mudahan ini menjadi bekal bagi mereka ketika nanti menyandang predikat Duta Anti Narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan YPP Al Kholiqi H. Abdul Kholiq mengatakan lembaganya telah menjalankan program rehabilitasi sosial pecandu narkoba sejak tahun 2005 dengan pendekatan sosial, medis, dan spiritual.

“Kami membantu program pemerintah dalam rehabilitasi dan pembinaan. Kami juga bekerja sama dengan dinas kesehatan apabila terdapat warga binaan dengan penyakit penyerta seperti TBC atau HIV,” ujarnya.

Menurutnya, proses rehabilitasi di YPP Al Kholiqi dilakukan secara berkesinambungan melalui pembinaan ibadah, konseling, terapi kelompok, pengajian, hingga pendampingan kesehatan.

Direktur YPP Al Kholiqi, Sayyid Abdullah, S.H.I., berharap para finalis Duta Anti Narkoba dapat menjadi penyampai informasi kepada masyarakat, khususnya terkait bahaya narkoba dan ciri-ciri penyalahgunaannya.

“Harapan kami, adik-adik finalis ini bisa menyampaikan kepada masyarakat, terutama orang tua, mengenai ciri-ciri penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini bukan akhir, tetapi awal bagi mereka,” ujarnya.

Salah satu finalis, Akbar dari SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong, mengaku termotivasi untuk ikut berperan dalam upaya pencegahan narkoba di lingkungannya.

“Saya ingin mensosialisasikan bahwa narkoba sangat berbahaya. Saya berharap lingkungan saya bisa bebas dari penyalahgunaan narkoba. Jika terpilih menjadi Duta Anti Narkoba, saya ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *