Juli 27, 2026
IMG_20260624_002732

Presiden RI: NU adalah organisasi besar yang selalu berada di garis depan menjaga bangsa dan negara.

 

Bangkalan, cakrawalatvnews57.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2026 yang berlangsung di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Cholil Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Menggunakan helikopter, Rombongan Presiden Prabowo tiba di Alun-Alun Bangkalan sekitar pukul 11.00 WIB. Kedatangan Presiden disambut langsung Bupati Bangkalan Lukman Hakim, jajaran Forkopimda, Pangdam V/Brawijaya, Danrem 084/Bhaskara Jaya, serta masyarakat Bangkalan.

Turut mendampingi Presiden sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan bangsa.

“NU adalah organisasi besar yang selalu berada di garis depan menjaga bangsa dan negara. Para kiai dan ulama selalu hadir di tengah rakyat,” ujar Prabowo.

Presiden menilai nilai nasionalisme yang diajarkan NU menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo menyoroti masih adanya kebocoran kekayaan negara yang dinilai menghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Saya tidak ingin menutupi kenyataan. Kekayaan negara kita masih banyak yang bocor. Kalau kebocoran ini bisa kita hentikan, kesejahteraan rakyat, guru, petani, nelayan, dan aparatur negara akan jauh lebih baik,” tegasnya.

Presiden menyampaikan pemerintah terus melakukan pembenahan tata kelola negara melalui efisiensi anggaran, penataan badan usaha milik negara (BUMN) yang tidak produktif, serta penertiban berbagai aktivitas yang merugikan negara.

“Kita akan terus melakukan efisiensi. BUMN yang tidak memberikan manfaat harus diperbaiki, ditata, bahkan dikurangi jika memang tidak diperlukan,” kata Presiden.

“Kekayaan bangsa ini harus kembali kepada rakyat. Setiap rupiah uang negara harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Presiden. (A6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *