September 11, 2026
IMG-20260819-WA0000

Sadono Irawan, S.Sos., MM: menyatakan bahwa distribusi air bersih ini menyasar 2.224 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 7.606 jiwa.

 

MALANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mendistribusikan 155 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan di dua desa.

Bantuan air bersih tersebut disalurkan ke Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dan Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, sepanjang periode 8 hingga 17 Agustus 2026.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, S.Sos., MM, menyatakan bahwa distribusi air bersih ini menyasar 2.224 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 7.606 jiwa.

“Kami sudah menyalurkan 155 ribu liter air bersih untuk dua desa terdampak kekeringan yang berada di dua kecamatan,” ujar Sadono di Malang, Selasa (18/8/2026).

Di Desa Sumberagung, bantuan menjangkau 967 KK dengan total 3.611 jiwa. Proses pendistribusian berlangsung sejak 8 hingga 16 Agustus 2026 dengan volume mencapai 80 ribu liter. Pasokan ini juga dialokasikan sebanyak 15 ribu liter untuk mendukung operasional Puskesmas Sitiarjo pada 9–16 Agustus 2026.

Sementara itu, untuk Desa Tumpakrejo, distribusi air dilakukan pada 12–17 Agustus 2026 dengan total 60 ribu liter air bersih yang diterima oleh 1.257 KK atau 3.995 jiwa.

Sadono menjelaskan, rute prioritas pendistribusian dipusatkan pada permukiman penduduk, fasilitas kesehatan, dan sekolah sesuai strategi penanganan kekeringan pemerintah daerah. Penyediaan titik suplai air serta optimalisasi sumur juga terus dikoordinasikan bersama dinas terkait hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Berdasarkan hasil survei kekeringan 2026, BPBD mengidentifikasi sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami krisis air bersih, di antaranya Desa Puturejo, Sumberpetung, Sumberoto, Tambaksari, Kedungbanteng, Segaran, dan Gajarejo. (A6/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *