September 11, 2026
63a4469f-d17e-4319-b3d8-4f9e6fd76242

Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 70 Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, melaksanakan program kerja Gerakan Sekam Bernilai sebagai upaya meningkatkan nilai tambah limbah pertanian melalui pemanfaatan sekam padi menjadi arang sekam sebagai media tanam dan briket biomassa. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (27/7) di lahan belakang Balai Desa Purworejo dengan melibatkan kelompok tani Desa Purworejo.

Program kerja ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan sekam padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui penerapan teknologi tepat guna, masyarakat diperkenalkan cara mengolah sekam padi menjadi arang sekam yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta briket biomassa sebagai energi alternatif ramah lingkungan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai potensi pemanfaatan limbah sekam padi, dilanjutkan dengan pelatihan dan praktik langsung pembuatan arang sekam sebagai media tanam dan briket biomassa. Dalam sesi praktik, peserta mempelajari setiap tahapan pengolahan mulai dari persiapan bahan, proses pembuatan, hingga pemanfaatan hasil olahan.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat melalui inovasi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri. Menurutnya, limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan memiliki potensi untuk menjadi produk yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan sekam padi menjadi produk yang lebih bernilai, baik sebagai sumber energi alternatif maupun media tanam. Harapannya, inovasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi limbah pertanian,” ujar Nabil selaku salah satu penanggungjawab program Gerakan Sekam Bernilai MMD UB Kelompok 70

Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan sekam padi kepada masywarakat Desa Purworejo, khususnya terhadap kelompok tani. Selama ini setelah selesai panen, sekam padi umumnya hanya dibuang atau dibakar saja, setelah kegiatan ini kami mendapatkan pengetahuan baru bahwa sekam padi dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat bagi pertanian maupun kebutuhan energi rumah tangga” ujar Mugiono sebagai salah satu peserta pelatihan dari perwakilan kelompok tani Desa Purworejo.

Melalui program Sekam Bernilai Energi, MMD UB Kelompok 70 berharap masyarakat Desa Purworejo mampu mengembangkan pemanfaatan limbah pertanian secara berkelanjutan sehingga dapat mendukung penggunaan energi terbarukan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *