Komjen Pol Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si : Gerakan ANANDA Indonesia Bersinar 2025 merupakan wujud nyata transformasi kebijakan P4GN.
Sidoarjo, Ctv57.com – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) di bawah kepemimpinan Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., secara resmi meluncurkan Gerakan ANANDA Indonesia Bersinar 2025, sebuah Aksi Nasional Anti Narkotika dan Ketahanan Bangsa dimulai dari anak.
Peluncuran gerakan ini menjadi tonggak penting dalam upaya nasional memperkuat P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) melalui pendekatan yang lebih humanis, edukatif, dan berbasis keluarga. BNN RI menilai bahwa ketahanan bangsa tidak dapat dibangun hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembentukan karakter dan kesadaran sejak usia dini.
Dalam arahannya, Komjen Pol. Suyudi Ario menekankan bahwa anak-anak merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan nasional. Menurutnya, langkah preventif dan pembentukan karakter positif di usia muda adalah kunci dalam menciptakan generasi masa depan yang kuat dan berintegritas.
“Ketahanan bangsa dimulai dari anak. Melalui Gerakan ANANDA, kita ingin menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan pola hidup sehat sejak dini. Pendidikan dan keluarga harus berperan aktif membangun ketahanan diri agar anak-anak mampu menolak pengaruh buruk narkoba,” ujar Suyudi Ario dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Suyudi menegaskan bahwa Gerakan ANANDA Indonesia Bersinar 2025 merupakan wujud nyata transformasi kebijakan P4GN yang kini berorientasi pada pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, dan lembaga keagamaan dalam membangun ekosistem yang mendukung kehidupan bersih dan sehat.
“BNN tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan peran aktif semua pihak terutama keluarga, lembaga pendidikan, dan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya generasi bebas narkoba. Inilah semangat Indonesia Bersinar yang sesungguhnya,” tambahnya.
Gerakan ANANDA Indonesia Bersinar 2025 mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk lembaga sosial dan rehabilitasi yang selama ini terlibat dalam upaya pemulihan korban penyalahgunaan narkotika. Salah satunya datang dari Yayasan Rehabilitasi Narkoba Al Kholiqi, yang dikenal aktif dalam pendekatan pemulihan berbasis spiritual dan kemanusiaan.
Dengan semangat kebersamaan, BNN RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyalakan semangat ANANDA Indonesia Bersinar di setiap lini kehidupan—mulai dari rumah, sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik.
“Indonesia Bersinar bukan hanya slogan, tetapi gerakan nyata menuju bangsa yang kuat, sehat, dan berintegritas. Semua dimulai dari anak-anak kita hari ini,” tutup Suyudi Ario
Melalui gerakan ini, BNN RI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ketahanan nasional dari akar terdasar: anak dan keluarga, sebagai benteng utama melawan penyalahgunaan narkotika menuju Indonesia Bersinar 2025.
Gerakan ANANDA Indonesia Bersinar 2025 diharapkan dapat diimplementasikan di seluruh daerah melalui kegiatan edukatif, sosialisasi di sekolah, pelatihan keluarga tangguh, hingga kolaborasi lintas lembaga.
BNN RI menargetkan terciptanya lingkungan sosial yang bersih dari penyalahgunaan narkoba dan tumbuhnya generasi muda yang produktif, sehat, dan berdaya saing.
Dengan semangat kebersamaan, BNN RI mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyalakan semangat ANANDA Indonesia bersinar di setiap lini kehidupan—mulai dari rumah, sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik.
“Indonesia Bersinar bukan hanya slogan, tetapi gerakan nyata menuju bangsa yang kuat, sehat, dan berintegritas. Semua dimulai dari anak-anak kita hari ini,” tutup Suyudi Ario.
Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Rehabilitasi Pecandu H.Kholik atau biasa di sapa Gus Kholiq menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini.
“Langkah BNN RI melalui Gerakan ANANDA sangat tepat dan visioner. Pencegahan harus dimulai dari anak-anak, karena di usia itulah karakter dan ketahanan diri terbentuk.
Selain itu, Yayasan Al Kholiqi menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan pemerintah dalam memperkuat pendidikan keluarga, pendampingan anak, serta program rehabilitasi yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
“Ini adalah kerja bersama untuk menyelamatkan masa depan bangsa melalui upaya nyata, salah satunya dengan melaksanakan Sosialisasi P4GN di sekolah-sekolah,” ujarnya pada Minggu (12/10/2025).
Menurutnya, pendekatan edukatif dan keluarga yang digagas BNN RI merupakan langkah strategis dalam memutus rantai penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Ia menilai, program ini tidak hanya menyentuh aspek penegakan hukum, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan pembangunan karakter bangsa. (A6)
