September 11, 2026
IMG_8122

MALANG – Program edukasi kesehatan lansia melalui PELITA (Peduli Lansia untuk Hidup Sehat dan Bahagia) dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Posyandu Sehat yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 21 selama periode 6 Juli hingga 6 Agustus 2026. Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yaitu Good Health and Well-being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Program PELITA hadir sebagai upaya meningkatkan kesadaran lansia mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mempertahankan kemandirian dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama kader Posyandu, mahasiswa kelompok 21 MMD Universitas Brawijaya menemukan bahwa lansia di RT 04 RW 08 memerlukan edukasi yang lebih aplikatif terkait upaya pencegahan penurunan fungsi fisik yang umum terjadi seiring bertambahnya usia. Dari masalah tersebut kelompok 21 menghadirkan kegiatan edukasi yang dikemas secara interaktif melalui skrining kesehatan, penyampaian materi, praktik langsung, serta aktivitas kelompok yang mendorong partisipasi aktif para lansia.

Materi edukasi disampaikan oleh Nisrina Az Zahra Fatimah dari Fakultas Ilmu Kesehatan dengan mengangkat tema “Ceria Bersama Teman Sebaya.” Kegiatan diawali dengan pelaksanaan skrining Activities of Daily Living (ADL) untuk mengetahui tingkat kemandirian lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selanjutnya, peserta memperoleh edukasi mengenai inkontinensia urin beserta latihan otot dasar panggul sebagai upaya pencegahan dan penanganannya. Selain itu, lansia juga diberikan pemahaman mengenai risiko jatuh melalui latihan keseimbangan serta edukasi mengenai energy conservation melalui teknik pengaturan napas agar aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan efisien.

Sebagai bentuk implementasi pendekatan yang menyenangkan, rangkaian kegiatan ditutup dengan aktivitas meronce bersama. Kegiatan ini tidak hanya melatih koordinasi motorik halus dan konsentrasi, tetapi juga menjadi sarana interaksi sosial yang menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan di antara para peserta. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa berharap lansia tetap aktif, percaya diri, serta memiliki ruang untuk saling berbagi cerita dan pengalaman. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para lansia mengikuti setiap rangkaian kegiatan secara aktif, mulai dari skrining kesehatan, praktik latihan, hingga kegiatan meronce bersama. Pendekatan edukatif yang dipadukan dengan praktik langsung diharapkan mampu memudahkan peserta dalam memahami materi sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui PELITA, kami ingin memberikan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong lansia agar tetap aktif, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik melalui kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari,” ujar Nisrina Az Zahra Fatimah.

Melalui program PELITA, Kelompok 21 MMD Universitas Brawijaya berharap pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh para lansia maupun keluarga yang mendampingi mereka. Dengan adanya edukasi mengenai pencegahan inkontinensia urin, risiko jatuh, serta pentingnya menjaga kemandirian, diharapkan lansia di Kelurahan Candirenggo dapat menjalani masa tua yang lebih sehat, aktif, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *