Screenshot
MALANG – Kelompok 21 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Tahun 2026 resmi memulai kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan MMD UB 2026 yang berlangsung selama satu bulan, mulai 6 Juli hingga 6 Agustus 2026. Sebanyak 1000 mahasiswa dari berbagai fakultas yang tergabung dalam Kelompok 21 akan menjalankan sejumlah program kerja yang disusun berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Candirenggo. Program tersebut dirancang tidak hanya sebagai bentuk pelaksanaan pengabdian, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

Desa Candirenggo dipilih sebagai lokasi pengabdian karena memiliki potensi lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan MMD, Kelompok 21 berupaya menghadirkan program yang relevan, aplikatif, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi warga desa. Salah satu fokus yang akan dijalankan adalah penguatan literasi masyarakat, termasuk edukasi mengenai pemanfaatan ruang digital secara aman dan bertanggung jawab. Program ini dikemas melalui kegiatan sosialisasi interaktif, diskusi, studi kasus, serta media edukasi yang mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya pelajar dan remaja.
Selain itu, Kelompok 21 juga akan berkolaborasi dengan perangkat Desa Candirenggo dalam pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami kondisi desa secara langsung sekaligus mendukung keberlanjutan program setelah masa MMD selesai.
Rektor Universitas Brawijaya menyampaikan bahwa MMD menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dari masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan program, tetapi juga membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan warga.
“Melalui MMD ini, kami ingin hadir sebagai rekan kolaborasi masyarakat Desa Candirenggo. Harapannya, program yang kami jalankan dapat memberikan manfaat, meskipun sederhana, serta menjadi langkah awal untuk pengembangan desa ke depan,” ujarnya.
Pelaksanaan MMD UB 2026 mengusung konsep living laboratory, yaitu menjadikan desa sebagai ruang belajar langsung bagi mahasiswa. Dalam konsep tersebut, mahasiswa didorong untuk menyusun solusi berdasarkan kondisi nyata di lapangan dan melibatkan masyarakat dalam setiap proses pelaksanaannya. Melalui keberangkatan Kelompok 21 ke Desa Candirenggo, Universitas Brawijaya kembali mendorong mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan masyarakat desa. Selama satu bulan ke depan, Kelompok 21 diharapkan mampu menghadirkan kontribusi yang berdampak sekaligus membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian bagi Desa Candirenggo.
