Bupati Bangkalan: Menang atau kalah hanyalah angka. Kehormatan, semangat, dan kebersamaan adalah kemenangan sejati.
Bangkalan, Ctv57.com – Grand Final Karapan Sapi Tradisional Piala Presiden RI 2025 berlangsung meriah dan penuh ketegangan Sebanyak 24 pasang sapi terbaik dari empat kabupaten di beradu kecepatan untuk memperebutkan trofi paling bergengsi di event karapan yang dilaksanakan di Stadion Kerapan Sapi Moh. Noer, Kabupaten Bangkalan, Minggu (19/10/2025).
Kepala Bakorwil IV Pamekasan, Sufi Agustini, dalam laporannya mengatakan event kerapan sapi piala Presiden mengatakan selain untuk memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke-80 acara ini menjadi puncak dari rangkaian seleksi panjang kerapan sapi yang dilaksanakan di masing-masing Kabupaten.
“Sebanyak 24 pasang sapi yang berlaga hari ini merupakan hasil seleksi dari empat kabupaten di Madura, untuk memperebutkan Piala Presiden. Event ini bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya asli Madura yang telah menjadi kebanggaan masyarakat,” Ujarnya.
Sedangkan Bupati Bangkalan Lukman Hakim dalam dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas terselenggaranya ajang bergengsi ini di Bangkalan. Ia menegaskan bahwa karapan sapi bukan sekadar lomba, melainkan simbol jati diri dan semangat hidup masyarakat Madura.
“Hari ini bukan sekadar adu cepat dua ekor sapi di lintasan, tetapi perayaan semangat, kerja keras, dan kebersamaan masyarakat Madura. Karapan sapi lahir dari kearifan lokal masyarakat Madura. Awalnya digunakan untuk membajak sawah, kemudian berkembang menjadi tradisi dan pesta rakyat yang penuh nilai kebersamaan serta kehormatan,” jelasnya.
“Pemerintah Kabupaten Bangkalan berkomitmen untuk terus melestarikan kebudayaan Kerapan sapi. karapan sapi tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana edukasi dan promosi budaya yang memilki dampak multiple effect terutama pada pariwisata dan perputaran ekonomi daerah,” tegas Lukman.
Bupati juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga kehormatan tradisi. “Menang atau kalah hanyalah angka. Kehormatan, semangat, dan kebersamaan adalah kemenangan sejati,” katanya menutup sambutan. (A6.®)
