Juni 6, 2026
  • Kepala Desa (Kades) berinisial AA kini jadi sorotan tajam, diduga kuat terlibat dalam penggelapan aset desa serta pemalsuan dokumen negara.

 

Gresik, cakrawalatvnews57.com – Dugaan praktik penyimpangan di Pemerintahan Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, makin menyeruak.

Kepala Desa (Kades) berinisial AA kini jadi sorotan tajam. Bukan hanya mangkir dari forum mediasi bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan warga, ia juga diduga kuat terlibat dalam penggelapan aset desa serta pemalsuan dokumen negara.

Informasi yang dihimpun, agenda mediasi yang digelar BPD dan tokoh masyarakat berujung gagal total. Penyebabnya, Kades AA tidak hadir tanpa memberikan keterangan.

Padahal, forum tersebut digelar untuk membahas polemik proyek rabat beton yang dituding sarat penyimpangan anggaran.

Namun, bukan itu saja. BPD mengungkap temuan lebih serius terkait dugaan penggelapan aset desa. Sejumlah barang milik desa dilaporkan raib, di antaranya:

BPKB mobil siaga, Dua unit laptop pelayanan publik, BPKB sepeda motor Yamaha NMAX yang merupakan kendaraan operasional desa.

Parahnya, BPKB motor desa itu diduga telah digadaikan kepada oknum kepala desa lain di wilayah Kecamatan Duduksampeyan.

“Kami punya indikasi kuat bahwa aset desa sudah tidak lagi berada di tangan pemerintah desa. Ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, tapi sudah masuk ranah pidana,” tegas anggota BPD Tebaloan, Sutopo, Selasa (10/06/2025)

Lebih memprihatinkan, menurut Sutopo, sang kades bahkan sudah lama tidak terlihat di kantor desa. Absennya berlangsung hingga berbulan-bulan. Ironisnya, pelayanan administratif warga tetap berjalan, namun diduga tanpa legalitas yang sah.

“Surat-surat untuk warga tetap diproses, tapi ada dugaan kuat tanda tangan kepala desa telah dipalsukan oleh oknum perangkat desa. Ini jelas pemalsuan dokumen negara,” imbuhnya.

Atas temuan-temuan tersebut, BPD mengaku tengah menyiapkan laporan resmi ke Polres Gresik. Mereka mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kades AA belum memberikan keterangan atau klarifikasi apa pun. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan maupun warga belum membuahkan hasil. AA disebut sulit ditemui sejak kasus ini mencuat.

Warga Tebaloan mulai kehilangan kesabaran. Sejumlah tokoh masyarakat mendesak agar aparat bertindak tegas.

Jika dugaan tersebut terbukti, mereka sepakat bahwa Kades AA layak dicopot dan diadili sesuai hukum yang berlaku. (A6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *